Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 23:34:31【Tempat Makan】307 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(153)
Artikel Terkait
- BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir
- Dinkes Pamekasan ambil sampel makanan selidiki kasus keracunan siswa
- Produksi MBG SPPG Polsek Palmerah bakal naik secara bertahap
- Menperin: Struktur industri nasional makin solid dan kompetitif
- 11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan
- Rangkaian alergi bisa berkembang dipicu faktor eksternal
- Tujuh sayuran beku rekomendasi dietisien untuk jaga kadar kolesterol
- BKKBN Babel
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- Kisah perempuan Gaza: Menjaga asa sebagai ibu dan dokter saat konflik
Resep Populer
Rekomendasi

Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia

Polda Sulteng bekali 26 personel pelatihan DVI dan keamanan pangan

Polda Sulteng bekali 26 personel pelatihan DVI dan keamanan pangan

SLB Negeri Kudus dapatkan menu makanan sesuai kebutuhan siswa difabel

Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan

KPKP Jaktim gencarkan edukasi pedagang dan warga soal keamanan pangan

Kisah perempuan Gaza: Menjaga asa sebagai ibu dan dokter saat konflik

Apa itu perayaan Diwali yang disebut dengan Festival Cahaya?